aku ga kemana mana, masih di sini
menyesali kejadian yang sama,
terus aja kecolongan lagi
nasib... nasib...
aku capek sebenarnya
kenapa tidak belajar sungguh sungguh,
melampaui kebenaran sampai sampai kunci jawaban saja keliru
idealis dan realistis dalam waktu yang bersamaan itu utopis?
ku cari jawabannya sambil menangis
demi logika dan perasaan yang seri
tiada juara, bukan kompetisi
semata mata tidak ingin kecewa...
itu saja