Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Judulnya Masih Dipikirin

Minta kita dikuatin buat ngadepin segala rintangan, bukan minta rintangannya dimudahkan, karena semudah apapun rintangan, kalau kita masih lengah, sama aja bohong kan? Yaa kurang lebih kayak gitu prinsip yang selalu nempel di otak sampe sekarang. Ceritanya waktu itu mau tanding softball, masih kelas xi. Deg degan abis. Gugup. Nervous parah... tapi sebelum play, coach ibe ngingetin kita kalau kita lengah, rintangan semudah apapun juga gimana bisa lewatinnya kan? Semangat! Besok, 31 Mei 2016 jadi hari besar buat sebagian orang. Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri alias SBMPTN. Saya sendiri gugup, padahal gak ikutan. Teman teman saya pasti lebih kuat, mereka hebat. Buktinya udah yakin berani ikutan, kalo saya sih udah langsung daftar ke... udah udah lewat aja deng, jangan lanjut dibahas:( Yakin sama diri kalian, teman teman! Buat saya pribadi, gugup salah satu hal yang cukup ganggu sih emang... Yang pasti, masing masing orang punya caranya sendiri buat ngatasin rasa gugup...
Kamu tahu tidak? Sulit rasanya hidup diantara kekecewaan. Membedakan hidup dan mati.
Gimana kalau pagi ini, kita lari? Bukan lari dari kenyataan, justru lari mengejar yang nyata.
Masih ingin terjaga. Ini rasa syukur, tak terasa kalau tidur. Bosan terlarut sedih. Tuhan Yang Maha Kuasa, saya tidak. Cukup kita saja ya? Yang tahu.

Sempat

Kuku saya sempat luka Juga kaki Juga tangan Pernah sampai sulit berjalan Pernah sampai sulit menggenggam Tahu kan rasanya luka? Namanya sakit. Mungkin memang menghambat. Tapi sakit punya teman, namanya obat. Sakit mempertemukan saya dengan obat. Bandung, sendirian.

3am thoughts

Ga ada lagi yang sunyi. Sekarang nafas ku berbunyi. Berisik. Kayak nantangin suara jam dinding. Padahal Tik tok Tik tok Harus sabar katanya. Cuma ngomong doang! Bukannya nemenin. Agak sebal, sebenarnya. Aku suka simpan cemilan di laci. P3K, pertolongan pertama pada kelaparan. Lapar, tapi lagi gak bisa sembarangan makan. Mual. Segala aja kerasa, kayak tinggal nunggu waktu. Sedikit kecewa. Tapi semangat itu pasti kembali. Ia hanya sibuk untuk memperbaiki diri. Hebat bukan?
Anak muda pergi, mencari jati diri. Penuh harap, supaya bisa datang sendiri. Terus terusan mencari. Yang mana? Yang ini? Bertanya tanya tiap pagi. Harus kemana lagi?
Bukan soal apa yang mau saya bicarakan. Saya bisa berbicara apapun, kapanpun. Tapi ini soal kamu, mau dengar atau tidak. Bagaimana?