Skip to main content

Gunung Gede, November 2018 #ceritamapalague

Tanggal 2-4 November lalu, dua belas kelompok kecil yang dibimbing mentor dan anggota Mapala UI lainnya berangkat ke Gunung Gede buat ikut perjalanan 1 BKP Mapala UI 2018. Aku, Rifqi, Yudi, sama Revva tergabung di kelompok 7. Kami berempat menyusun manajemen perjalanan sebelum berangkat kesana, mulai dari persiapan logistik, konsumsi, perencanaan air dan medis, dokumentasi, denah camp, sampai budgeting keuangan. Perjalanan ini kurang lebih jadi 'praktek lapangan' dari pematerian yang udah kami ikuti beberapa minggu sebelumnya.

(kiri-kanan: Revva, Rifqi, Yudi)
 Foto ini aku ambil di Surya Kencana sebelum mau trekking turun alias pulang.

Keliatan banget kan dari ekspresi mereka bertiga segimana serunya perjalanan 1 ini? Hahahaha. Banyak pengalaman seru, sekaligus baru, juga pelajaran-pelajaran yang bisa aku dapetin setelah pulang dari perjalanan ini. Tapi, satu hal penting yang aku pelajari dari perjalanan kali ini adalah gimana caranya kita bisa merencanakan perjalanan ke alam bebas yang aman dan nyaman. Meskipun kemaren masih belajar dan banyak hal yang harus diperbaiki, kedepannya harus terus bisa lebih matang lagi perencanaannya, biar kalau mau jalan lagi yaa bisa aman dan nyaman, betul?


 Kelompok 7 sama mentor di Puncak Gunung Gede
(kiri-kanan: Revva, Rifqi, Kak Dea, Aku, Yudi)

Sayangnya di perjalanan 1 ini kelompok kami kurang lengkap. Fina gak jadi ikut berangkat karena mendadak sakit lagi. Padahal, sebelumnya udah ikut packing dan mendingan. Tapi pas hari-h mau berangkat, ternyata drop lagi... 

Waktu istirahat pas trekking ke Surya Kencana

Ini foto sebelum kita berangkat trekking ke Surya Kencana
(Soni, Sarah, Dita, Sekar, Wina, Ribka, Revva, Tristan, Luthfan, Yudi, Fitri, Rifqi, Robby)

Mungkin di postingan kali ini segitu dulu aja ya, lain kali diceritain lebih detail lagi deh di postingan lain hahahaha. BKP Mapala UI 2018? Yoo!! 


Popular posts from this blog

Update Saldo Tapcash BNI

Mau nyobain bikin tulisan tutorial hehehe Post ini terinspirasi dari pengalaman pait pribadi huhuhu. Ceritanya waktu itu lagi di stasiun jakarta kota mau pulang ke kosan di depok. Aku pengguna mobile banking dan di menunya ada opsi buat isi ulang tapcash. Aku coba isi ulang lewat mobile banking karena saldo tapcashku kurang buat naik kereta. Setelah isi ulang, santai tuh main langsung tap in aja. Di gate nya kan suka muncul jumlah saldo, dan ternyata saldo aku masih sejumlah sebelum aku isi ulang tadi. Aku kaget dong, aku takut kena penalti dan harus bayar 50ribu huhuhu. Akhirnya aku setelah tap gajadi masuk dan balik lagi beli Tiket Harian Berjaminan. Singkat cerita nyampe kosan tapi mikir mikir lagi jadinya gimana ya tapcash ku ini, udah tap in tapi gakepake, ga dipake tap out... hayo gimana? Agak waswas juga sih takut ngaruhnya yang aneh aneh hahaha. Beberapa hari kemudian aku pake lagi tapcashnya buat naik kereta, tapi aku isi ulang dulu lewat atm. Kalo lewat mesin atm, saldonya...

Ke Observatorium Bosscha yuk!

    Nah, siapa disini yang gatau observatorium bosscha? Atau belum pernah kesana sama sekali? Atau malah pengen kesana tapi gatau gimana caranya? Mau kesana tapi gaada temen? Takut pergi sendiri? Udah ngemodus minta dianterin kesana tapi doi ga peka peka? Emangnya bisa kunjungan kesana sendiri gapake rombongan rombongan gitu? Gimana? Gimana gimana gimana? Waaaauaaaa sayang sekali saudara saudara~ sekarang saya akan mencoba menghipnotis saudara saudara sekalian buat menghapus keraguan kegalauan kegundahan hati dari pertanyaan pertanyaan tadi ngwauahahah      Jadi ceritanya beberapa bulan yang lalu hasrat saya untuk ngebolang muncul. Waktu itu temen saya bilang kalo kunjungan ke observatorium bosscha itu cuma dibuka buat yang rombongan gituu minimal puluhan orang terus pake izin izin dari h-sekian sebelum kunjungan, padahal disitu saya lagi pengen banget kesana dan saya gapunya puluhan orang buat diajak kunjungan kesana. Harapan seakan akan musnah, hat...
yah.. akumah sedih terus aja ngomong gitu yah.. akumah sedih abisnya realitasnya gitu yah.. akumah sedih diri sendiri masih aja cuma segitu yah.. akumah sedih yaudah sih gitu...