Aku ingin bicara.
Benar benar ingin bicara, padamu, jagat raya, semesta, bahkan tai kuku.
Benar benar ingin bicara, padamu, jagat raya, semesta, bahkan tai kuku.
Baru saja, aku mengenal angin
Yang menghampiriku, membawa kabar tentang kesejukan
Terasa, tapi wujudnya siapa tahu
Yang menghampiriku, membawa kabar tentang kesejukan
Terasa, tapi wujudnya siapa tahu
Sejuk, cukup disini saja
Karena aku merasakanmu
Kita sama, sama sama pengembara
Kita sama, sama sama berkelana
Apa kau setuju? Ayolah...
Karena aku merasakanmu
Kita sama, sama sama pengembara
Kita sama, sama sama berkelana
Apa kau setuju? Ayolah...
Datanglah kamu, ajaklah jagat raya maupun semesta, bahkan tai kuku.
Karena aku ingin bicara, benar benar ingin bicara, mengenai realita
Karena aku ingin bicara, benar benar ingin bicara, mengenai realita
Alasanku membenci angin, adalah karena, ia menghempaskanku, tanpa permisi.
Kita saling berterimakasih saja, agar semuanya terbayar.
Setujuilah, kali ini saja. Kupastikan ini yang terakhir.
Kita saling berterimakasih saja, agar semuanya terbayar.
Setujuilah, kali ini saja. Kupastikan ini yang terakhir.
Bandung, 22 Maret 2016.
Terimakasih.